Memang masalah orgasme selalu krusial dalam hubungan seks. Patut
disadari bahwa tidak semua orang bisa merasakan orgasme dalam
berhubungan seks. Jumlah laki-laki yang tidak dapat merasakan orgasme
setiap hubungan seks lebih sedikit disbanding wanita. Bahkan boleh
dikatakan semua lelaki normal merasakan orgasme tiap mereka berhubungan
seks.
Bagi wanita yang sukar mendapatkan orgasme, bisa
berkonsultasi kepada dokter atau psikiater. Nasihat mereka sedikit
banyak pasti akan membantu.
Dalam usaha mencapai puncak hubungan
seks, biasanya pria lebih banyak berperan. Apabila pria tidak bisa
mengendalikan diri dan membuat permainan yang disukai keduanya, maka
bisa jadi orgasme hanya bisa dinikmati oleh pria saja. Tercapainya
orgasme pasangan wanita tergantung pula pada usaha pasangan pria. Karena
pria lebih cepat terangsang dan mengalami orgasme. Seringkali suami
sudah mengeluarkan sperma, istri belum apa-apa. Jadi, prinsip utamanya
adalah suami mampu menahan keluarnya sperma sampai minimal istri orgasme
terlebih dahulu. Kalau suami ejakulasi terlebih dahulu, ia akan sulit
membangkitkan penisnya. Otomatis kegiatan seks akan terhenti. Padahal
istri sedang dalam kondisi ‘naik’ atau hampir mencapai puncak. Yang
akhirnya terjadi adalah sang istri kesal dan marah-marah. Dan yang lebih
parah, istri kemudian trauma untuk berhubungan seks lagi. Sementara
suaminya pun minder karena tidak bisa tahan lebih lama.
Dalam
proses berhubungan seks, ada beberapa fase yang terjadi pada
masing-masing pasangan. Adalah ideal bila suami dan istri mengalami
fase-fase itu secara bersamaan. Saat istri mengalami fase pertama suami
juga mengalaminya pada saat itu pula. Demikian pula pada fase kedua dan
seterusnya sampai terjadi orgasme. Walaupun tidak mudah mendapatkan hal
itu, tak ada salahnya mengetahui fase-fase itu. Barangkali berguna untuk
saling mengepaskan fase dalam proses hubungan seks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar