Jumat, 12 April 2013

Mencapai Orgasme Ideal (2)

Memang masalah orgasme selalu krusial dalam hubungan seks. Patut disadari bahwa tidak semua orang bisa merasakan orgasme dalam berhubungan seks. Jumlah laki-laki yang tidak dapat merasakan orgasme setiap hubungan seks lebih sedikit disbanding wanita. Bahkan boleh dikatakan semua lelaki normal merasakan orgasme tiap mereka berhubungan seks.

Bagi wanita yang sukar mendapatkan orgasme, bisa berkonsultasi kepada dokter atau psikiater. Nasihat mereka sedikit banyak pasti akan membantu.

Dalam usaha mencapai puncak hubungan seks, biasanya pria lebih banyak berperan. Apabila pria tidak bisa mengendalikan diri dan membuat permainan yang disukai keduanya, maka bisa jadi orgasme hanya bisa dinikmati oleh pria saja. Tercapainya orgasme pasangan wanita tergantung pula pada usaha pasangan pria. Karena pria lebih cepat terangsang dan mengalami orgasme. Seringkali suami sudah mengeluarkan sperma, istri belum apa-apa. Jadi, prinsip utamanya adalah suami mampu menahan keluarnya sperma sampai minimal istri orgasme terlebih dahulu. Kalau suami ejakulasi terlebih dahulu, ia akan sulit membangkitkan penisnya. Otomatis kegiatan seks akan terhenti. Padahal istri sedang dalam kondisi ‘naik’ atau hampir mencapai puncak. Yang akhirnya terjadi adalah sang istri kesal dan marah-marah. Dan yang lebih parah, istri kemudian trauma untuk berhubungan seks lagi. Sementara suaminya pun minder karena tidak bisa tahan lebih lama.

Dalam proses berhubungan seks, ada beberapa fase yang terjadi pada masing-masing pasangan. Adalah ideal bila suami dan istri mengalami fase-fase itu secara bersamaan. Saat istri mengalami fase pertama suami juga mengalaminya pada saat itu pula. Demikian pula pada fase kedua dan seterusnya sampai terjadi orgasme. Walaupun tidak mudah mendapatkan hal itu, tak ada salahnya mengetahui fase-fase itu. Barangkali berguna untuk saling mengepaskan fase dalam proses hubungan seks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar