1. Seluk Beluk Foreplay.
Foreplay
atau permainan asmara pendahuluan sebelum berhubungan seks adalah cumbu
rayu berupa sentuhan, usapan, remasan pada bagian tubuh wanita ataupun
pria dengan tujuan untuk membangkitkan birahi keduanya.
Rasulullah melarang berhubungan tanpa permainan pendahuluan. Walaupun permainan pendahuluan sepele janganlah diabaikan.
2. Kiat Foreplay Romantis
Memulai
foreplay tidaklah terlalu sulit. Apalagi bila sudah mengetahui seni dan
selahnya. Pada tubuh wanita terdapat sekian banyak tempat sensitive
untuk disentuh atau diraba sehingga nafsu birahinya bergejolak. Sesuai
dengan sifat kemanusiaannya, wanita lebih lama terangsang dibanding
pria, walaupun daerah sensitif untuk terangsang lebih banyak. Sedangkan
pria mudah sekali terangsang meski tak perlu diraba-raba bagian
tubuhnya. Sifat penasaran pria terhadap anggota badan yang tersembunyi
dari wanita akan membuat ia mudah terangsang.
Mulailah
foreplay dengan mengucapkan kata-kata rayuan sebagaimana anjuran
Rasulullah SAW. Rayuan biasanya dilakukan sambil berpelukan disertai
dengan meraba-raba bagian tubuh yang sensitif misalnya rambut sampai
punggung. Apabila sudah cukup bisa dilanjutkan dengan ciuman pada bibir,
leher, dada dan tengkuk. Pada saat ciuman tangan masing-masing
diusahakan saling meraba untuk mempercepat suasana ‘panas’. Disinilah
perlunya sentuhan-sentuhan kelembutan. Disini pulalah diperlukan seni
dan kesabaran. Sebab, bagian ini barangkali boleh diibaratkan 25% dari
hubungan seks itu sendiri dilihat dari segi kenikmatan yang didapat.
Seorang suami harus tahu perlakuan apa yang disukai istrinya, demikian
pula sebaliknya.
Kedua
pasangan juga bisa melakukan eksperimen-eksperimen baru. Bila sang
pasangan tidak suka terhadap posisi atau kondisi tertentu, tentunya
tidak akan diulangi lagi pada hubungan seks berikutnya. Untuk itu, perlu
keterusterangan antara suami istri. Apabila tidak suka sesuatu harus
disampaikan supaya tidak stress atau trauma. Demikian pula kalau
merasakan kenikmatan, sekali lagi harus disampaikan pada pasangannya.
Pada saat berhubungan seks kembali, perlakuan itu akan diulang lagi,
ditambah eksperimen baru. Namun bila tidak disukai atau tidak nyaman,
tidak perlu diteruskan.
Walhasil,
jika dengan penuh kesadaran dan pengertian diantara keduanya maka
pasangan tersebut akan kaya dengan teknik dan suasana berhubungan seks.
Ujung-ujungnya kenikmatan seksual pada mereka akan semakin meningkat.
Berciuman
atau beradu kedua bibir akan sangat membantu meningkatkan birahi.
Berciuman dengan dibarengi oleh gerakan tangan dalam meraba, permainan
asmara pendahuluan akan terasa nikmat dan jalan menuju penetrasi semakin
lancar. Gairah bisa dikatakan memuncak bila nafas kedua pasangan
tersebut sudah mulai meningkat. Gerakan-gerakan sudah mulai cepat. Ini
kira-kira akan memakan waktu 3 menit. Disaat-saat seperti ini keduanya
harus tetap sabar. Bila sang istri belum merasa siap menerima penetrasi
suami harus sabar untuk menahan diri. Istripun tidak boleh terlalu lama
dan berusaha ingatannya menuju pada sang suami yang barangkali sudah
tidak tahan. Sekali lagi memerlukan pengertian dan keterusterangan.
Jangan sekali-kali berpura-pura memperlihatkan kita sudah terangsang dan
boleh melakukan penetrasi. Fatal akibatnya bila salah satu dari
pasangan itu belum siap. Lalu orgasme yang kita inginkan barangkali
tidak akan tercapai. Pokonya dalam hubungan seks ini kedua pasangan
harus ‘win win game’. Keduanya harus menang. Baru setelah siap,
penetrasi, yaitu masuknya penis ke dalam vagina boleh dilakukan.
Ada
hal sepele namun penting dalam permainan asmara ini. Ruangan atau kamar
untuk berhubungan harus ready for use (siap pakai). Misalnya sudah
dikunci, bebas dari intipan dan rapi. Kedua pasangan tentunya tidak
ingin diganggu dengan keluar masuknya anak atau orang lain secara
tiba-tiba. Dengan tidak siapnya ruangan menjadikan proses berhubungan
seks itu sendiri tidak nyaman.
Masalah
lain adalah bebauan. Jangan sampai salah satu dari pasangan mempunyai
bau yang tidak sedap yang mengganggu jalannya permainan asmara. Terutama
pada saat berciuman. Mulut diusahakan sudah sikat gigi atau minimal
tidak bau. Memang ada beberapa pasangan suami istri menyukai bau khas
keringat pasangannya. Aroma tersebut bisa menambah gairah dan
meningkatkan birahi, namun hal tersebut tidak umum. Lebih baik memakai
wewangian di badan atau di dalam ruangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar