Orgasme bisa dicapai dengan sempurna bila hubungan seks dilakukan oleh
pasangan suami istri yang sah. Berdasarkan penelitian, perasaan bersalah
atau tempat melakukan hubungan seks kurang nyaman bisa mengurangi
kenikmatan seksual itu sendiri. Dari semua penyimpangan hubungan seks,
baik pria maupun wanita, kenikmatan yang didapat adalah kenikmatan semu.
Bagi pria, mereka hanya mengeluarkan sperma saja (ejakulasi) yang
kenikmatannya tidak lebih seperti orang yang sudah ‘kebelet’ buang air
kecil, ia menemukan toilet, lalu buang air dengan lega.
Oleh
karena itu sumber utama datangnya orgasme adalah adanya hubungan mesra
antara suami dan isteri sehari-hari. Suami sebagai kepala keluarga
melindungi istri dari segala bentuk gangguan. Memberikan ketentraman
jiwa dan raga. Tak lupa pula memberikan nafkah yang cukup. ‘Keperkasaan’
suami (tidak perlu berujud kekuatan fisik) dalam bertanggungjawab dan
melindungi anak istrinya akan membuat suasana aman dan nyaman bagi
istri. Peran suami yang demikian itu dilakukan karena saying dan
cintanya pada istri. Tujuannya adalah satu, yaitu untuk mewujudkan
keluarga yang mawaddah dan penuh rahmat Allah. Keberadaan suami yang
demikian akan membuat istri menjadi hormat dan saying padanya.
Selanjutnya ia akan setia dan pasrah terhadap apa yang akan suami
lakukan padanya. Dan istri yang taat setia, selalu menyenangkan bila
dipandang, menjaga kehormatan dirinya, harta dan wibawa suami. Istri
yang demikian akan membuat suami bertambah saying dan memuliakannya.
Keluarga
yang mawaddah dan penuh berkah merupakan sumber utama hubungan mesra
suami istri yang sejati. Dan disitulah hubungan seks yang penuh
kenikmatan akan dilimpahkan Allah dalam bentuk orgasme yang nikmatnya
tiada tara. Orgasme yang sempurna akan didapatkan oleh pasangan suami
istri ideal tersebut.
Setelah masalah psikis dalam hubungan kedua
suami istri tidak ada, barulah kita bicara masalah teknik pencapaian
orgasme tersebut. Artinya tidak banyak gunanya kita berbicara panjang
lebar bila dalam hubungan suami istri tersebut masih dirundung masalah
dendam, cemburu atau penyakit psikologis lainnya, terlebih bukan
hubungan suami istri.
Yang perlu diingat, hubungan seks atau
orgasme tidak saja dipengaruhi oleh factor fisik saja, tapi factor
psikis juga berperan penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar